Lewat Fasilkom, UI kembangkan Software Pendeteksi Otomatis Janin

Baru-baru ini Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) berhasil mengembangkan software pendeteksi otomatis janin. Berawal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang mengusulkan program bertajuk Kolaborasi Riset Trans-Disiplin. Program ini sebagai upaya mengembangkan pendidikan dan penelitian kedokteran.

Melalui Dekan FKUI, Dr.dr.Ratna Sitompul, SpM, menjelaskan bahwa program ini merupakan kerjasama trans-disiplin antara ilmu kedokteran dengan ilmu lain seperti ilmu komputer, teknik, ilmu pengetahuan alam, matematika, hukum, ekonomi, dan lainnya.

Manajer Riset FKUI, Dr.dr.Budi Wiweko, SpOG

Manajer Riset FKUI, Dr.dr.Budi Wiweko, SpOG.

“Kami telah berkolaborasi dengan Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, FISIP, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum dalam mengembangkan penelitian ultrasonografi, yaitu sistem perangkat USG yang dapat digunakan oleh dokter untuk mendeteksi kehamilan berisiko di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” jelas dr. Ratna dalam konferensi pers, Kamis (12/11) lalu.

Manajer Riset FKUI, Dr.dr.Budi Wiweko, SpOG, menerangkan bahwa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) sedang mengembangkan software pendekteksi otomatis janin. Penelitian tersebut mendapat dukungan dari FKUI yang memberikan asupan spesifikasi USG serta dari Fakultas Hukum dan Ekonomi yang menyiapkan perangkat peraturan tele-USG.

“Kami menyajikan alat tele-EKG dalam ruang gawat darurat, software pembantu kasus gawat darurat, obat-obatan dan sebagainya. Kami berharap ini jadi semangat para peneliti dan menjadi jembatan komunikasi antara universitas dan pemerintah maupun industri dalam mengembangkan penelitian berkonsep public-private-partnership,” ujar dr.Budi.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh FKUI tersebut selanjutnya harus dipublikasikan kepada masyarakat. Tantangan datang dari bagaimana peneliti mampu mempublikasikan hasil penetilian tersebut ke dalam bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

“Tujuan akhir pengembangan riset FKUI-RSCM ini adalah terbentuknya institusi riset kedokteran Indonesia, Indonesia Medical Research Instituate (IMERI) di tahun 2017. Melalui slogan penguasaan penyakit melalui pendidikan dan penelitian, IMERI diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan dan pelaksanaan penelitian kedokteran berstandar internasional bagi staf FKUI dan mahasiswa,” terang dr.Budi

Rencananya, IMERI akan memiliki lima fungsi utama, yaitu translation, discovery, engagement, education, dan sustainability. Dengan fungsi tersebut IMERI diharapkan mampu memfasilitasi penemuan baru di bidang biologi kedokteran guna mengubah pemikiran dan paradigma kontemporer. Terkait dalam pengembangan diagnosis, pencegahan dan pengobatan penyakit.

Lewat Fasilkom, UI kembangkan Software Pendeteksi Otomatis Janin,

Rating : 4.25 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Pria tulen yang gemar dengan dunia Teknologi, Gadget, Handphone, Hardware, Software dan Aplikasi.

Copyright by: