Mengenal Aedes Aegypti , Nyamuk Pembawa DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak asing lagi ditelinga, apalagi saat datang musim hujan seperti saat ini. Perlunya sikap pencegahan yang lebih awal untuk menghalangi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti di sekitar lingkungan Anda. DBD memiliki masa inkubasi penyakit 3-14 hari, tetapi biasanya hanya 4-7 hari, tak jarang Penyakit ini menyebabkan penderitanya Meninggal Dunia, Jadi jangan anggap remeh penyakit yang satu ini.

DBD disebabkan gigitan nyamuk yang terinfeksi dengan salah satu virus dengue (DEN1, DEN2, DEN3, DEN4), sehingga diperlukan sebuah vaksin yang dapat dengan efektif mencegah keempat tipe virus itu. Vaksin tersebut dikenal dengan nama Vaksin Tetravalen.

Menurut data kesehatan yang dikutip dari halaman depkes.go.id, Pada tahun 2014 Indonesia mencatat sebanyak 71.668 orang terkena penyakit DBD, dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2013 sebanyak 112.511 orang penderita dan 871 orang penderita meninggal.

Berikut ini adalah beberapa tempat yang sering menjadi sarang nyamuk DBD ini:

  1. Air Menggenang
  2. Parit atau selokan yang menggenang, air tidak mengalir
  3. Sampah plastik atau benda-benda yang bisa menampung air
  4. Kain kotor atau kain yang sudah tidak berguna lagi, karena ini bisa menjadi sarang nyamuk
Nyamuk Aedes Aegypti Pembawa DBD

Nyamuk Aedes Aegypti Pembawa DBD (Img: biologypop.com)

Penyakit yang timbul Paska Banjir, seperti dilansir dari laman alodokter.com

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
    Banyaknya genangan air yang menjadikan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan demam berdarah.
  2. Penyakit Pencernaan
    Saat terjadi banjir, biasanya sumber air bersih mulai tercemar, sehingga pada saat air tersebut dikonsumsi akan menyebabkan diare, muntaber, disentri, dan tifus.
  3. Leptospirosis
    Penyakit ini menyebar melalui bakteri leptospira lewat kotoran atau kencing tikus yang masuk ke tubuh melalui selaput lendir hidung, mata atau kulit yang terluka. Dan penyakit ini dapat menyebabkan peradangan ginjal dan hati.
  4. Infeksi Kulit
    Penyebab penyakit ini adalah bakteri Pseudomonas yang menginfeksi melalui parasit pada hewan dan gejala yang ditimbulkan adalah kulit gatal-gatal, terasa terbakar dan timbul bintil seperti jerawat.
  5. Hepatitis A
    Penyakit ini disebabkan bakteri leptospira yang sudah masuk kedalam kedalam darah akan menyebabkan gagal hati. Biasanya akan muncul gejala seperti mual, muntah, demam, lemas, mata dan kulit terlihat kuning.

Ini yang harus dilakukan ketika Banjir tiba.

  1. Hindari menyantap semua makanan yang sudah terkena banjir
  2. Simpan makanan di tempat yang bersih dan tertutup, guna menghindari bakteri
  3. Konsumsi minuman dalam kemasan atau air bersih yang sudah direbus hingga mendidih.
  4. Cuci tangan atau gunakan Hand sanitizer sebelum makan dan minum
  5. Bersihkan luka dan perban untuk menghindari infeksi pada luka
  6. Hindari penggunaan alat medis atau obat-obatan yang sudah tercemar air banji, karena ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit, seperti Hepatitis, gastroenteritis
  7. Basmi jentik nyamuk yang ada di kubangan atau bak kamar mandi atau benda apa pun yang mampu menampung air di dalamnya
  8. Hindarkan anak-anak bermain dari genangan air hujan
  9. Perlunya segera dilakukan imunisasi di tempat pengungsian bencana banjir
  10. Dapat dilakukan foging atau penyemprotan asap untuk membantu membunuh bibit nyamuk.
  11. Bersihkan seluruh perabotan rumah tangga, lantai dan lebih khusus kamar mandi.
  12. Memasang kawat anti nyamuk
  13. Menggunakan kelambu di tempat tidur
  14. Memakai anti nyamuk
  15. Gunakan pakaian yang bisa menegah nyamuk untuk menggigit.

Mengenal Aedes Aegypti , Nyamuk Pembawa DBD,

Rating : 4.57 / 5 dari 14 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Pria yang gemar di dunia merketing ini merupakan salah satu karyawan di Perusahaan Asuransi terkemuka di Indonesia. Menulis berita untuk kategori Kesehatan, Ekonomi, Berita Nasional dan Berita Mancanegara.

Copyright by: