Soal Laptop, Dedi Ditujah dari Belakang

MUARA ENIM– Jajaran Reskrim Polres Muara Enim melakukan pra-rekonstruksi kasus tewasnya Dedi Irawan (17), warga warga Dusun IV, Lorong Kenanga, Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Dalam 17 adegan di depan halaman Reskrim Polres, tersangka diketahui bernama Bentar Tugusman (17), warga Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim.

Tersangka yang masih pelajar kelas X1 SMA swasta di Muara Enim ini menusuk korban sebanyak tiga kali di semak-semak belakang SDLB Muara Enim, Jl Mayor Tjik Agus Kemas SH Lintas Kepur Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Jumat (11/12) sekitar pukul 22.00 Wib.

Motif pembunuhan dilatarbelakangi soal laptop. Ceritanya, seminggu sebelum kejadian, Bentar meminta laptop miliknya untuk dijualkan oleh Dedi. Dedi pun menyanggupi untuk mencari pembeli laptop. Namun, saat uang hasil penjualan diminta, Dedi selalu berkelit dan menghindar.

Rekonstruksi Pembunuhan Dedi Irawan halaman Reskrim Polres Muara Enim

Rekonstruksi Pembunuhan Dedi Irawan halaman Reskrim Polres Muara Enim.

“Dedi itu kawan lama dari SD. Seminggu sebelum kejadian, aku minta jualkan laptop seharga Rp2 juta. Kutitipkan ke dia. Pas aku mintak duit keuntungan, dia mengelak,” ujar Bentar.

Menurut Bentar, saat dihubunginya korban mengaku ada di Kalimantan. Namun saat dicek, ternyata korban masih ada di wilayah Muara Enim.

Pada malam kejadian, Bentar dan Dedi bertemu di taman samping Masjid Agung Muara Enim sambil nongkrong bersama temannya bernama Andre Saputra, Jayak, Gandi alias Black dan Rani Damayanti (keempatnya sebagai saksi).

“Di saat nongkrong itulah, aku kembali bertanya soal laptop aku. Kalau tidak tejual, aku mintak balekke laptop aku, jadi kami berdua sempat berkelahi pakai tangan,” terang Bentar.

Bentar mengajak untuk menyelesaikan masalah tersebut ke arah Islamic Center. Akhirnya keduanya naik motor Andre Saputra. Ketiganya berboncengan bertiga. Saat stop dari motor, korban yang merasa curiga melarikan diri karena ancaman tersangka.

“Saat aku ngejar dia, dapat jaketnya lalu dia jatuh ke tanah. Kaki aku kena akar, jadi sempat jatuh juga, lalu kutujah dari belakang. Dia sempat tegak lagi, lalu kutujah lagi bagian pinggang kiri. Pas dia sudah jatuh, aku lempar pisau nancap ke punggungnya, kutinggalkan dia dan aku pulang,” jelasnya.

Menurut Bentar, dia menyerahkan diri ke Polsek Muara Pinang Empat Lawang, pada Senin malam (14/12) atas saran dari ibunya. “Posisi aku ada di Empat Lawang, aku dak mau menyusahkan keluarga, jadi lebih baik serahkan diri,” ungkapnya.

Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto melalui Kasatreskrim Polres Muara Enim AKP Khalid Zulkarnain mengatakan, saat ini pihaknya sudah menetapkan satu tersangka atas nama Bentar Tugusman. Sedangkan Andre Saputra yang ikut membonceng korban dan tersangka masih berstatus saksi.

“Tersangka sempat diamankan di Polsek Muara Pinang Empat Lawang, dan kini sudah diamankan di Polres Muara Enim. Kita berkoordinasi dengan Polsek Muara Pinang. Motif pembunuhan karena soal laptop milik tersangka yang tidak dikembalikan oleh korban,” jelas Khalid.

Mayat Dedi Irawan Saat Ditemukan di TKP

Mayat Dedi Irawan Saat Ditemukan di TKP.

Sebelumnya Dedi ditemukan dengan kondisi tubuh terluka dan adanya bekas darah. Saat ditemukan, pada pakaian dan di dekat korban terdapat bekas darah yang telah mengering dan sebilah pisau ukuran besar tergeletak sekitar dua meter dari tubuh korban. Saat ditemukan, Dedi mengenakan baju kaos biru lengan panjang, celana pendek warna coklat, rambut ikal dan pendek, memakai kalung, dan tidak memakai alas kaki. (amr)

Soal Laptop, Dedi Ditujah dari Belakang,

Rating : 4.25 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Pria yang gemar di dunia merketing ini merupakan salah satu karyawan di Perusahaan Asuransi terkemuka di Indonesia. Menulis berita untuk kategori Kesehatan, Ekonomi, Berita Nasional dan Berita Mancanegara.

Copyright by: