MRT Akan Turut Pengaruhi Bisnis Properti

Jakarta – Mass Rapid Transit atau MRT merupakan salah satu proyek yang tengah digodok pemerintah dengan tujuan untuk memberi kesempatan warga ibukota dalam meningkatkan kuantitas serta kualitas mobilitasnya. Proyek ini sendiri direncanakan akan rampung di tahun 2018 dengan mengambil rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia.

Lebih lanjut, rute MRT akan turut dilengkapi tiga belas stasiun, di mana tujuh di antaranya merupakan stasiun layang dan enam sisanya adalah stasiun yang terletak di bawah tanah. Untuk pembangunan tahap dua akan dilanjutkan dari jalur selatan ke utara, tepatnya dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Kampung Bundan dengan panjang sekitar 8.1 kilometer. Tahap dua ini dicanangkan sudah mulai bisa beroperasi di tahun 2020.

Pembangunan MRT di Bundaran HI Jakarta

Pembangunan MRT di Bundaran HI Jakarta.

Terkait segera rampungnya MRT, diperkirakan bisnis properti yang ada di sepanjang jalur bakal meningkat secara pesat. Namun, menurut Katreen Markus selaku Manager Senior dari Era Graha Property, prediksi mengenai berkembang pesatnya bisnis properti ini akan sedikit melenceng.

“Kalau ada kenaikan, mungkin hanya naik sebesar lima puluh persen saja. Ini juga hanya akan terjadi pada objek properti dengan fasilitas mumpuni serta akses paling mudah menuju salah satu stasiun MRT,” tegasnya pada Rabu, 30 Januari 2015 lalu. Lebih lanjut, Katreen memberikan prediksinya bahwa usaha di bidang properti yang akan mengalami kenaikan cukup signifikan berkat adanya MRT adalah apartemen.

Apartemen umumnya dimiliki oleh para profesional muda dengan mobilitas yang tinggi serta membutuhkan akses yang cepat. Jawaban dari permasalahan ini adalah dengan adanya fasilitas MRT.

Selain perkembangan bisnis di bidang properti, imbas lainnya dari pembangunan MRT adalah terjadinya kemacetan pada beberapa titik dengan tingkat keparahan melebihi sebelumnya. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kemacetan pada Jalan Raya Fatmawati sampai dengan Panglima Polim. Hal ini mungkin akan menurunkan minat masyarakat dalam mencari hunian di sekitar kawasan ini.

Bahkan, daya beli pada kawasan di sekitar pembangunan jalur MRT pun terbilang sama tanpa perubahan. Pada sektor ruko, adanya MRT juga ternyata belum mampu untuk memacu penjualan serta kenaikan harga.

MRT Akan Turut Pengaruhi Bisnis Properti,

Rating : 4.33 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Rutinitas kerja di salah satu Bank terkemuka, tidak menyurutkannya untuk tetap menyalurkan hobi jurnalistik di kategori berita Ekonomi, Bisnis, Nasional dan Mancanegara.

Copyright by: