Polsek Gandeng Bapas Untuk Kasus Penganiayaan Siswi SMAN 1 Gumeg

MUARA ENIM – Jajaran Reskrim Polsek Gunung Megang meminta keterangan dari Welly Yanti (15), korban penganiyaan di ruang kelas SMAN 1 Gunung Megang. Kemarin (13/1), polisi datang langsung ke rumah sakit Bunda Prabumulih, tempat Yanti rawat inap setelah terluka oleh pisau yang digunakan Perdian (17).

“Korban sudah bisa dimintai keterangan, walau masih agak terbata-bata. Dengan demikian berkas perkara sudah lengkap, kita bakal segera limpahkan ke penuntut umum,” ujar Kapolsek Gunung Megang AKP Indra Kusuma didampingi Kanit Reskrim Aiptu Eli Suyono.

Lanjut Eli, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam penanganan kasus Perdian.

Sebab Perdian masih di bawah umur sehingga sesuai SOP harus mendapat pendampingan Bapas. “Kita gandeng Bapas untuk melakukan pembimbingan sekaligus mendampingi proses hukum. Karena pelaku akan menjalani sidang di peradilan anak,” ungkapnya.

Kasus penganiayan terjadi di lingkungan pendidikan

Kasus penganiayan terjadi di lingkungan pendidikan

Terkait sikap pelaku yang nekat menggorok leher korban, pihak kepolisian memandang tidak perlu dilakukan tes kejiwaan terhadap Perdian. “Kondisi pelaku itu normal, dan dalam keadaan sadar, dan dia juga sudah mengaku, jadi tidak perlu dilakukan tes kejiwaan,” jelas Eli.

Menurutnya, pelaku diancam dengan pasal 80 ayat 2 UU No.23 Tahun 2004 tentang kekerasan terhadap anak di bawah umur  yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

Sebelumnya, penganiayaan terjadi pada Senin (11/1) sekitar pukul 09.30 wib di ruang kelas X.8. Motifnya karena pelaku cemburu disertai emosi dengan sikap korban yang telah berselingkuh dengan pria lain. (Amr)

Polsek Gandeng Bapas Untuk Kasus Penganiayaan Siswi SMAN 1 Gumeg,

Rating : 4.58 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Rutinitas kerja di salah satu Bank terkemuka, tidak menyurutkannya untuk tetap menyalurkan hobi jurnalistik di kategori berita Ekonomi, Bisnis, Nasional dan Mancanegara.

Copyright by: