Meski Sudah Mendapat Kartu Peserta, Maulana Gagal Ikuti Ujian Nasional

MUARA ENIM – Satu dari dua warga binaan yang berstatus pelajar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim gagal mengikuti Ujian Nasional (UN). Yakni Maulana (19), siswa Kelas XII IPS SMA YB Prabumulih. Padahal Maulana sudah mendapat kartu peserta UN dari sekolahnya, pada 14 Maret lalu. Sementara dia ditahan pada 15 Maret dalam kasus pencurian.

Siswa yang beralamat di Kampung I Desa Purun, Kecamatan Penukal PALI ini gagal ikuti UN diduga karena pihak sekolah yang “lepas tangan”.

Dia pun hanya bisa gigit jari seraya pasrah tidak ikuti UN. Maulana merupakan tahanan titipan Polsek Rambang Dangku karena terlibat kasus pencurian kabel PT Ghemmi.

UN 2016

Ilustrasi: UN 2016.

“Sudah ngadap ke sekolah, tapi sekolah dak galak ke Polsek karena di luar Prabumulih. Polsek jugo dak galak karena urusan sekolah. Padahal aku sudah dibagikan kartu peserta UN,” jelas Maulana, Senin (4/4)

Maulana merasa kecewa, namun berharap bisa mengikuti ujian susulan paket C di Lapas Muara Enim. Padahal dia sudah membayar uang Rp650 ribu untuk biaya UN ke pihak sekolah.

Gumel, ayah Maulana sedih anaknya tidak bisa mengikuti UN walau di balik jeruji besi. “Saya sudah berusaha agar anak saya bisa ikuti UN, tapi nyatanya tidak bisa. Untuk ikut UN memang belum ada kejelasan dari pihak sekolah maupun dari polsek. Nanti bisa ikuti ujian susulan paket C,” ujar Gumel.

Eka Desi Novalina SPd, Kepala SMA YB Prabumulih mengatakan, pihak sekolah bukannya tidak mau mengurusnya. Pihaknya berharap Maulana bisa ujian di sekolah. Tapi apa daya, saat mendekati UN, Maulana malah ditahan polisi sejak 15 Maret lalu.

“Tidak mungkin kami mengantar soal ke sana (Lapas Muara Enim). Silakan itu nego ke polisi yang menahannya,”
ujar Eka.

Apalagi, saat UN membutuhkan pihak pengawas dari luar. Pihak sekolah malah bingung, siapa yang akan menjadi pengawas bagi Maulana. “Kami sudah memberikan pengertian kepada orang tuanya,” jelasnya.

Meski begitu, pihak sekolah tetap memberi kesempatan Maulana untuk ikut ujian susulan.

Kapolsek Rambang Dangku AKP Nazirudin SH membenarkan jika Maulana tidak bisa mengikuti UN tahun ini.

“Tersangka atas Maulana sudah di titipkan di Lapas Muara Enim sehingga tidak ikut ujian. Tersangka kasus pencurian ini juga bukan anak-anak lagi sebab umurnya sudah lewat 18 tahun,” singkatnya.

Kepala Lapas Muara Enim Imam Purwanto melalui Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Jauhari SH mengatakan, pihak Lapas hanya memfasilitasi warga binaan yang statusnya pelajar untuk ikuti UN.

“Walau tersandung perkara hukum, mereka punya hak mengikuti UN di dalam Lapas,” jelasnya.

Menurutnya, hanya satu orang saja yang ikut UN di Lapas Muara Enim, sedangkan yang satu lagi tidak bisa ikut UN.

“Mungkin yang tidak bisa UN ini bisa ikuti ujian susulan paket C. Untuk siapa yang berhak ikut UN itu wewenang sekolah, kalau kita cuma memfasilitasi,” terangnya.

Satu tahanan lainnya, Windri (19), siswa Kelas XII IPS SMAN 1 Sungai Rotan tampak mengerjakan soal UN di ruang Kasi Binadikgiatja Lapas Muara Enim, Mirwansyah SH, kemarin (4/4).

Warga Desa Danau Baru, Kecamatan Sungai Rotan ini merupakan tahanan kasus pengeroyokan rekan satu sekolahnya.
Saat ujian, dia didampingi Aiptu Taufik Hidayat, aparat Polsek Sungai Rotan dan Repli, pengawas dari guru SMAN 1 Sungai Rotan.

“Sedih rasanya ikut ujian dewekan, dak kumpul sama kawan sekolah,” ujar Windri.

Dia berharap mendapat nilai bagus lulus, walau tidak ada persiapan UN.

“Aku agak gugup waktu tes UN di sini, idak sempat belajar karena katek buku. Aku belajar apa adanya, apa yang diingat sesuai imajinasi bae,” jelasnya.

Keluarga juga tidak sempat membawa buku untuk dipelajari, karena lokasi rumah yang jauh di Sungai Rotan. “Aku terlibat kasus pengeroyokan, kalau sudah keluar, aku pengan lanjutkan kuliah,” tukas Windri.

Sementara untuk pelajar yang mengikuti UN di rumah sakit di wilayah Muara Enim belum ditemukan. “Belum ada siswa yang UN di rumah sakit,” ujar Anton Humas RSUD dr HM Rabain Muara Enim. (Amr)

Meski Sudah Mendapat Kartu Peserta, Maulana Gagal Ikuti Ujian Nasional,

Rating : 4.58 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Aktif dan masih menjadi tenaga pengajar di salah satu sekolah menengah umum. Menulis untuk kategori berita Kesehatan, Pendidikan, Berita Nasional dan info Lowongan Kerja.

Copyright by: