Berlubang Sedalam 6 Meter, Jalan Penghubung Antar Desa Hampir Terputus

MUARA ENIM – Jalan penghubung antardesa, tepatnya di Desa Lubai Persada menuju Desa Lubai Makmur di Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim amblas. Parahnya, amblasnya jalan ini dengan kedalaman mencapai enam meter.

Umam Fajri, Anggota DPRD Muara Enim dari Dapil IV Lubai Ulu mengatakan, kondisi jalan yang amblas sangat parah.

“Hampir tidak bisa dilalui oleh kendaraan lagi, dan hal ini  jika tidak segera diperbaiki maka akses antardesa tersebut akan terputus,” ujar Umam, Senin (18/4).

Dijelaskan Umam, dua desa ini memang terletak paling ujung dan berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

“Berbahaya karena kedalaman amblasnya sudah mencapai enam meter, dan lebar jalan yang  sekarang ini hanya bisa digunakan hanya dua meter, dan itupun terancam akan amblas lagi,” jelasnya.

Jalan penghubung Desa Lubai Persada menuju Desa Lubai Makmur Berlubang sedalam 6 meter

Jalan penghubung Desa Lubai Persada menuju Desa Lubai Makmur Berlubang sedalam 6 meter.

Dia berharap agar jalan segera diperbaiki dalam waktu dekat ini. “Dan itu bisa menggunakan dana penanggulangan bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, sebenarnya pihak Pertamina dan pihak PT MHP juga harus bertanggungjawab karena desa tersebut berada di ring satu dari perusahaan tersebut.

Sementara itu, Camat Lubai Ulu Edwar Musani SH MH membenarkan adanya jalan penghubung desa yang amblas. “Saya sudah mengecek ke lapangan, dan jalan amblas ini sudah disampaikan ke Bupati Muara Enim,” ujar Edwar.

Lanjut Edwar, sebelumnya ada pula titik jalan amblas di desa tersebut yang sudah dilaporkan ke Dinas PU Bina Marga.

“Kita berharap segera diperbaiki supaya tidak membahayakan warga desa yang melintas,” tukas Edwar. (Amr)

Berlubang Sedalam 6 Meter, Jalan Penghubung Antar Desa Hampir Terputus,

Rating : 4.58 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Rutinitas kerja di salah satu Bank terkemuka, tidak menyurutkannya untuk tetap menyalurkan hobi jurnalistik di kategori berita Ekonomi, Bisnis, Nasional dan Mancanegara.

Copyright by: