PSB Telah Tiba, “Jual Beli” Bangku Sekolah Sulit Terdeteksi

MUARA ENIM – Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Seluruh sekolah dari SD hingga SMA di Kabupaten Muara Enim akan melakukan Penerimaan Siswa Baru (PSB).

Pihak sekolah akan melakukan tes seleksi masuk sekolah sesuai ketersediaan jumlah kursi yang di sekolah bersangkutan.

Kursi atau bangku sekolah akan menjadi rebutan banyak siswa untuk menempatinya. Terutama bagi sekolah-sekolah yang dianggap favorit dan diminati siswa. Namun seleksi PSB ini disinyalir dimanfaatkan pengelola sekolah, untuk mendapat pemasukan secara finansial.

Namun, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Drs Muzakar MPd, jika ditemukan laporan jual beli bangku, pihaknya akan tegas mencopot jabatan kepala sekolah yang bersangkutan.

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2016-2017

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2016-2017

“Selama ini saya jabat Kadisdikbud, belum ada kasus jual beli bangku sekolah dan kecurangan dalam PSB. Kan sudah ada surat edaran, kalau dalam PSB sama sekali tidak dipungut biaya, bagi wali murid yang mengalami kecurangan laporkan pada kita. Nanti akan kita beri sanksi kepala sekolah jika ada yang mengambil keuntungan jual beli bangku sekolah,” ujar Muzakar, Selasa (19/4).

Namun, celah jual beli bangku sekolah memang selalu terbuka. Sebab, yang namanya jual beli, tentu ada permintaan maupun penawaran. “Jika ada wali murid yang justru mau memberikan sejumlah uang untuk meloloskan anaknya, maka sudah semestinya pihak sekolah menolak secara tegas,” tukasnya.

Jihan, salah seorang wali murid yang anaknya akan mengikuti tes PSB sebuah SMAN unggulan di Muara Enim mengaku harap-harap cemas jika memang ada praktik tersembunyi jual beli bangku sekolah.

“Cemasnyo ada yang main belakang mak itu, apalagi kalau yang diterima sedikit dan yang ikut tes banyak. Takut dak lulus, bisa masuk ke swasta. Kalau isu biso nyogok masuk sekolah, aku raso belum ado. Karena kan wajib ikut tes dulu. Tapi jangan nian ado mak itu, dak tekeruan, kalau yang punyo duit bae yang diuntungke,” jelas warga Kelurahan Muara Enim ini.

Salah seorang guru salah satu SMPN di Muara Enim mengatakan, dia tidak terlalu tahu jika ada praktik jual beli bangku sekolah. Tapi kemungkinan bisa saja ada tapi sulit terdeteksi. “Aku dak berani ngomong soal itu, takut kagek salah. Tapi kalau di sekolah favorit rasanya dak ado, sebab aturannya ketat, apalagi soal harga aku dak tau urusan cak itu,” tukasnya. (amr)

PSB Telah Tiba, “Jual Beli” Bangku Sekolah Sulit Terdeteksi,

Rating : 4.58 / 5 dari 12 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:
author

Author: 

Pria yang gemar di dunia merketing ini merupakan salah satu karyawan di Perusahaan Asuransi terkemuka di Indonesia. Menulis berita untuk kategori Kesehatan, Ekonomi, Berita Nasional dan Berita Mancanegara.

Copyright by: