Nasional

Menjelang Pemilukada 2015, Uang Palsu Kembali Beredar

Menjelalang Pemilukada serentak yang dilakukan di 9 Provinsi, 34 Kota dan 224 Kabupaten pada tanggal 9 Desember 2015, di Medan, Sumatera Utara, Polsek Helvetia menangkap Teshar Rianda (32) pembuat dan penjual uang palsu di rumah kos, Jumat (04/12).

Pelaku yang ditangkap di Rumah kos yang berada di Kelurahan Sei Putih Medan, tidak melakukan perlawanan sama sekali, di kos-an tersebut juga di temukan semua barang bukti untuk pembuatan uang palsu, diantaranya printer 1 unit, notebook, kertas F4 1 rim, pisau cutter, mistar, tinta printer, jarum suntik tinta, flashdisk, botol berisikan alcohol, tas warna hitam dan uang pecahan Rp 50.000 sebanyak 125 lembar.

Uang palsu ini dibuat atas permintaan tim pemenangan calon kepala daerah, dimana uang ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat guna mendapatkan dukungan suara masyarakat.

Uang Palsu Kembali beredar di Medan menjelang Pemilukada (klimg)
Uang Palsu Kembali beredar di Medan menjelang Pemilukada. (klimg)

“Saya menerima order uang palsu Rp. 500 Juta dalam pecahan Rp 50.000 dan saya dibayar Rp 200 Juta jika bisa memenuhi permintaan itu. Uang itu akan dibagikan ke masyarakat untuk dapat dukungan,” Ujar Teshar (04/12).

Menurut keterangan Kapolsek Helvetia, Kompol Ronni Bonic, pembuatan uang palsu yang diproduksi oleh pelaku ini tergolong sangat baik, karena sekilas terlihat sangat mirip, jadi masyarakat harus berhati-hati. “Uang palsu buatan pelaku ini sangat mirip dengan aslinya. Pembeda jalasnya adalah saat uang palsu tersebut terkena air, tintanya luntur,” tegasnya.

“Tersangka telah mengedarkan uang palsu dimedan selama 4 bulan, dan berdasarkan keterangannya dia telah melakukannya sebanyak 3 kali. Uang palsu ini dijual setengah dari nilai uang asli. Misalnya uang palsu Rp 100 Juta, maka pembeli bayar ke tersangka Rp 50 Juta” Lanjut Ronni.

 

Topik
Tampilkan lebih banyak

Artikel terkait

DISKUSI dan KOMENTAR

Back to top button
error: Content is protected !!
Close