Benarkah, Ramadan Pohan Di Jemput Paksa Oleh Polda Sumut?
JBerita.com – Salah satu petinggi partai demokrat, Ramadhan Pohan yang saat ini menjabat sebagai Wakil SekJen di Partai Demokrat ini membantah jika dirinya dijemput paksa oleh Ditreskrimum Polda Sumatera Utara terkait kasus penipuan Uang senilai Rp 24 Miliar pada hari Selasa (19/7/2016).
Seperti dilansir dari laman kompas, Rabu (20/07/2016), Pohan angkat bicara. “Benar, jika saya dipanggil terkait adanya laporan mengenai penipuan oleh pelapor, namun saya tidak dijemput paksa oleh petugas Ditreskrimum Polda Sumut”, tegas Ramadhan Pohan.
Ramadhan Pohan dilaporkan terkait penipuan dana sebesar Rp 24 Miliar sewaktu ia mencalonkan dirinya sebagai Wali Kota Medan.
Namun, Pernyataan Pohan ini bertolak belakang dengan pernyataan Rina Sari Ginting selaku Kabid Humas Polda Sumatera Utara yang menegaskan bahwa Ramadhan Pohan dijemput paksa oleh Ditreskrimum Polda SUMUT dari kediamannya di Jakarta.
“Benar, Ramadhan Pohan terpaksa dijemput dengan paksa dari kediamannya di Jakarta karena dia tidak memenuhi panggilan Polda Sumut untuk kedua kalinya”, Ucap Kombes Rina Sari Ginting seperti di kutip dari Kompas.