Entertainment

Istri Zul Zivilia Menangis Histeris Suaminya Dituntut Penjara Seumur Hidup

JBerita.com – Istri Zul Zivilia, Retno Paradinah menangis histeris. Pasalnya, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (9 September 2019), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Zul Zivilia dengan hukuman penjara seumur hidup.

Selama pembacaan tuntutan, Retno Paradinah menutup mukanya dengan tisu. Selepas pembacaan tuntutan, Ia menangis sesegukan tidak menerima tuntutan yang diberikan JPU.

Tidak sampai disitu, usai sidang istri Zul Zivilia itu histeris berlari dan berusaha menghampiri Muhammad Hendriawan alias Rian. Rian adalah lelaki yang diduga menjadi orang yang mengajak Zul Zivilia untuk terlibat dalam kasus Nark0ba.

Dia pun langsung memukul lekaki tersebut. Beruntung hal tersebut tidak berlangsung lama karena petugas langsung membawa Rian ke ruang tahanan sementara.

 

Istri Zul Zivilia Menangis
Istri Zul Zivilia Menangis.

 

Zul Zivilia dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU, Fedrik Adhar. Dalam pertimbangannya, jaksa menilai Zul telah menyimpang dari program pemerintah dan merusak generasi muda Indonesia.

“Pidana penjara terhadap terdakwa tiga, Zulkifli alias Zul bin Djamaluddin selama seumur hidup dengan perintah untuk tetap ditahan,” kata Fedrik Adhar dalam sidang.

Zul Zivilia dituntut dengan Pasal 114 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Nark0tika.

“Untuk terdakwa Zulkifli, hal-hal yang memberatkan tidak sejalan dengan program pemerintah dan merusak generasi muda Indonesia. Hal-hal yang meringankan tidak ada,” tegas jaksa.

Diketahui Zul Zivilia terjerat kasus nark0ba setelah diamankan oleh Direktorat Nark0tika Polda Metro Jaya karena diduga telah melakukan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika, Sabtu (2/3/2019).

Saat ditangkap, Zul Zivilia tidak sendiri. Dia bersama tersangka lainnya kedapatan memiliki barang bukti nark0tika, yakni jenis s abu 50 kg, 54.000 butir ekstasl, uang tunai lebih dari Rp 300 juta.

Sebelumnya, sidang kasus Zul Zivilia dengan agenda pembacaan tuntutan ini ditunda sebanyak tujuh kali karena JPU belum siap dengan berkas tuntutannya.

 

 

 

Topik
Tampilkan lebih banyak

Artikel terkait

DISKUSI dan KOMENTAR

Back to top button
error: Content is protected !!
Close